Ketua Laskar Santri Nusantara menghimbau : Pemerintah harus antisipasi efek kebencian Kasus Rohingya meluas ke Indonesia.

Hampir 18.445 muslim Rohingya telah melarikan diri dari wilayah Rakhine yang dilanda konflik di Myanmar untuk mencapai atau dalam upaya mencapai Negara tetangga seperti Bangladesh. Hal ini berdasarkan dari Institute of Migration di PBB. Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi semua warga yang ada di dunia ini.

Sebagian besar yang melarikan diri dari kekerasan adalah perempuan dan anak-anak. Kesewenang-wenangan militer Myanmar sangat bertolak belakang dengan semangat Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini menjadi perhatian dunia. Sakit yang diderita oleh komunitas Rohingya sampai dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.

Sebagai sesama Komunitas muslim yang ada di Dunia ini, Ketua Umum DKN Laskar Santri Nusantara mengungkapkan bahwa Pemerintah Myanmar menolak untuk menganggap Rohingya sebagai minoritas etnis asli yang sah dan menggap mereka sebagai Imigran Ilegal yang berasal dari negara tetangga Bangladesh.

Atas dasar itu, Laskar Santri Nusantara mengajak seluruh Masyarakat Muslim di Indonesia untuk berani menyuarakan baik di Media Sosial maupun dalam bentuk membantu donasi melalui lembaga-lembaga donator untuk korban Rohingya sebagai bentuk kepedulian kita. Kasus ini jangan ditarik dan digelorakan sebagai permusuhan lintas agama, tetapi murni kejahatan kemanusiaan, Karen lambat laun jika permusuhan Agama yang digelorakan, Cepat atau lambat ini akan berefek ke negara kesatuan republik Indonesia ini. Pemerintah harus sigap dalam membendung masalah ini.

Menurut laporan UNCHR tentang pemindahan paksa di Asia Tenggara, lebih dari 168.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar dalam 5 tahun terakhir akibat dari kekerasan dan keputusasaan, hal ini tentu sangat menyayat hati kita. Kejadian ini tidak hanya terjadi sejak lima tahun terakhir, akan tetapi pada tahun 1991-1992 hampir 250.000 pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Lainnya

KH. Hasyim Muzadi dan Sepak Terjangnya

Telah Dibaca: 137 Hasyim Muzadi mempunyai nama lengkap KH. Achmad Hasyim Muzadi, ulama fundamental yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *