Ulama Dari Bogor Yang Menjadi Guru Besar Di Masjidil Haram

Islamisasi di daerah Jawa Barat dimulai pada Abd 15 M, dalam perkembanganya orang yang memeluk agama Islam di daerah Jawa Barat meningkat, hal ini dapat dilihat banyaknya umat muslim yang berangkat menunaikan ibadah haji dan ada yang sekaligus menuntut ilmu disana setelah itu ada yang kembali ke Nusantara untk berdakwah dan ada juga yang tetap tinggal di Hijaz. Salah satunya adalah Syaikh Mukhtar al-Bughuri. Syaikh Mukhtar menisbatkan daerah asalnya Bogor di Provinsi Jawa Barat yang disematkan pada namnya yaitu al-Bughuri.
Syaikh Mukhtar dilahirkan di Bogor pada tahun 1278 H atau 1861 M, ayahnya bernama Kiai “Atharid atau Raden Aria Natanagara. Syaikh Mukhtar belajar kepada ayahnya dalam memperdalam ilmu Agama, selian itu juga belajar kepada Ulama yang ada disekitar kediamannya. Sejak kecil Syaikh Mukhtar al-Bughuri terkenal dengan kecerdasanya, Syaikh Mukhtar banyak menghafal kitab-kitab salaf dari berbagai disiplin lmu seperti Nadzam al—Jurumiyyah, Nadzam al-Fiyah Ibnu Malik juga beberapa kitab syarah lainnya seperti Fath al—Qarib al-Mujib dan Syarah Fath al-Muin, dengan bekal itu Syaikh Mukhtar al-Bughuri mampu menggali ilmu agama Islam dalam kitan-kitab yang lain.
Syaikh Mukhtar al-Bughuri melanjutkan belajarnya kepada salah seorang Ulama Betawi (sekarang Jakarta) yaitu Sayyid Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya (Ayah Sayyid Utsman Betawi). Kepada Sayyid Abdulloh, Syaikh Mukhtar memperdalam ilmu agama yang telah dipelajarinya di Bogor. Syaikh Mukhtar mengulang kembali apa yang telah dihafalkan untuk disimak oleh Sayyid Abdulloh. Sayyid Abdulloh memberikan ijazah khusus kepada Syaikh Mukhtar atas kitab-kitab yang telah dihafalkan tersebut.
Syaikh Mukhtar al-Bughuri berangkat menunakan ibadah haji dan selanjutnya belajar di Hijaz. Di Haramain Syaikh Mukhtar al-Bughuri belajar kepada Sayyid Abu Bakar Syatha, Sayyid Husain bin Muhammad al—Habsyi, Syaih Muhammad Sa’id Babashil, Sayyid Muhammad bin Abdul Kabir al –Kattani, Sayyid Muhammad bin Ja’far al-Kattani, Syaikh Musthofa al ‘Ufaifi, Sayyid Abdul Karim al-Naji dan lain-lain. Syaikh Mukhtar al-Bughuri juga belajar kepada ulama-ulama yang berasal dari Jawi yang menjadi pengajar di Hijaz diantaranya seperti Syaikh Mahfudz al-Termasi, Syaih Syaikh Jum’an bin Ma’mun al-Tengarangi dan Syaikh Zainudin bin Badawi al-Sumbawi.
Kepada ulama-ulama Hijaz yang menjadi gurunya, Syaikh Mukhtar al-Bughuri belajar dengan penuh semangat dan tekun, selain itu Syaikh Mukhtar al-Bughuri belajar kepada Ulama Hijaz yang mempunyai fan dalam kitab-kitabnya. Seperti kepada Syaikh Abi Bakar Syatha yang merupakan pengarang kitab I’anatut Thalibin Syarh Fath al-Muin, belajar Hadist kepada Syaikh Sa’id Babashil yang dikenal sebagai ahli hadist, selain itu juga belajar Ilmu Tafsir, Hadits dan Fiqih kepada Syaikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki.
Tabiat Syaikh Mukhtar al-Bughuri adalah cerdas, tekun, rajin, sopan dan menghormati para gurunya. Dengan modal tersebut Syaikh Mukhtar al-Bughuri mampu menyerap ilmu yang diberikan guru-gurunya dengan mudah. Dalam pandangan guru-gurunya Syaikh Mukhtar al-Bughuri lebih menojol dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya, sehingga Syaikh Mukhtar al-Bughuri mempunyai karir dan prestasi selama belajar di Haramain. Sehingga Syaikh Mukhtar al-Bughuri dipercaya untuk turut berkiprah menjadi pengajar di masjidil haram.
Karena kealimannya Syaikh Mukhtar al-Bughuri mempunyai jadawal mengajar yang lebih padat, selain mengajar di Masjidil haram Syaikh Mukhtar al-Bughuri juga membuka pengajian di kediamannya. Hal ini dapat dilihat karena banyaknya pelajar terutama pelajar dari jawa yang mondok di kediaman Syaikh Mukhtar al-Bughuri. Diantara murid Syaikh Mukhtar al-Bughuri adalah sayyid Muhsin bin Ali al-Musawa, Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani, Syaikh Sulaiman Samdani, Syiakh Abdurrohman bin Yusuf al-Madarisi (Madura), Syaikh Abdussattar al-Dahlawi, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki dan Syaikh Muhammad Ahmad bin Idris al Bughuri.
Syaikh Mukhtar al-Bughuri mempunyai tujuh karya tulis, meskipun jumlah karyanya sedikit akan tetapi hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang mau mengkaji pemikiran-pemikiran Syaikh Mukhtar al-Bughuri. Ittifahu al-Sadati al-Muhaddisina Bimusalsalati al-Arba’ina dan Taqribu al-Maqsud fil “Amali Birrubu’il Majid adalah diantara karya Syaikh Mukhtar al-Bughuri. Pada Tahun 1930 M Syaikh Mukhtar al-Bughuri wafat kembali ke Hadirat Allah SWT.

Mirza Faishol
Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara

Lainnya

Laskar Santri Nusantara Ziarah ke Makam KH. Gholib Lampung

Telah Dibaca: 394 Rombonga Pengurus Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara DKN LSN yang akan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *