Hari Perempuan Internasional

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perempuan memiliki arti orang yang dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Namun tentu saja pengertian dalam kamus ini belum bisa memberikan arti secara keseluruhan dan adil untuk kata “perempuan”. Kita akan bisa memberikan arti yang lebih luas jika dengan melihat sejarah para perempuan pada zaman dahulu.

Indonesia sendiri memiliki tokoh emansipasi yaitu Kartini, perjuangannya yang patut dicontoh bagi kaumnya tanpa menghilangkan budaya-budaya jawa dan murni budaya ketimuran. Ayahnya telah melarang Kartini untuk sekolah, akan tetapi diam-diam ia menulis surat yang berisi pemikiran-pemikirannya kepada sahabatnya di Belanda. Hingga ketika ia wafat, surat-suratnya tersebut dicetak menjadi sebuah buku karyanya yang menginspirasi wanita Indonesia menjadikan pendidikan sebagai alat untuk berproses emansipasi perempuan.

Hari Perempuan Internasional sendiri ditentukan dengan sejarah-sejarah tertentu. Sejarah ini berawal dari New York, pada tahun 1908 saat perempuan-perempuan menuntut agar memperoleh hak suara pada Pemilihan Umum, peningkatan upah kerja, dan pemangkasan jam kerja. Pada tanggal 28 februari 1910 pemimpin perempuan pada partai Sosialis Demokrat Amerika menetapkan sebagai hari perempuan, dan mengharuskan setiap Negara untuk memperingatinya serta mendorong tuntutan-tuntutan mereka dituangkan pada hari tersebut. Pada akhirnya tanggal hari perempuan internasional yang telah ditetapkan diputuskan untuk dirubah menjadi tanggal 8 Maret, keputusan tersebut terjadi tahun 1913.

Meskipun telah satu abad Hari Perempuan Internasional dicetuskan, akan tetapi kita tidak boleh lupa untuk memperingatinya harus adanya perubahan, gerakan, gebrakan serta tercapainya kesetaraan gender pada perempuan yang belum terealisasi seperti dalam dunia pendidikan, ekonomi, politik, dan kekerasan Tenaga Kerja Wanita terutama dari Indonesia yang terjadi di berbagai Negara.

Sebagai santri kita harus ikut andil dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang sampai saat ini masih belum terwujud seluruhnya, perempuan mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki, mulai dari hak hidup, sosial sampai hak politik. Di akhir kata izinkan mengucapkan dua kata untuk perempuan Indonesia “Jayalah Perempuan Indoinesia”

 

Badi’ Nurfiana

Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara dan alumni Pon. Pes. Al-Islam Ponorogo

 

Lainnya

Kesadaran Dakwah bil Qalam dan keunggulannya

Telah Dibaca: 111 Perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia sudah sangat maju dan tak bisa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *