Kesadaran Dakwah bil Qalam dan keunggulannya

Perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia sudah sangat maju dan tak bisa dibendung lagi, hal ini berdampak kepada pola dakwah yang lama harus beralih mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, yang dulunya dakwah bil Kalam masih sangat cocok untuk menjadi metode, sekarang harus mulai beralih kepada dakwah bil Qalam. Fenomena ini harus bisa ditangkap oleh kaum santri jika ingin dakwah yang disampaikan menjadi konsumsi masyarakat.

Yang sangat disayangkan Keadaan seperti ini sudah bisa ditangkap dengan baik oleh kaum radikal, terbukti dengan banyak beredarnya akun-akun media sosial mulai dari Facebook, Twitter, Blog dan juga Chanel Youtube yang berisi tentang pendirian khilafah dan video-video pimpinan kaum teroris. Ini yang harus kita tangkap, kontent harus dilawan dengan kontent.

Ada beberapa keunggulan menggunakan dakwah bil Qalam dari pada dakwah bil Kalam. Yang pertama, penyebaran lebih luas. Jjika kita menggunakan kalam untuk berdakwah, maka yang bisa menerima dakwah kita hanyalah pendengar yang berada di tempat kita berdakwah. Berbeda dengan qalam atau tulisan, penyebaran bisa dilakukan di banyak media, mulai dari media cetak sampai media sosial dan media digital.

Kedua, materi yang disampaikan akan tersimpan. Ini penting bagi obyek dakwah kita, jika menggunakan kalam, maka ingatan objek akan terbatas dan bisa lupa. Tapi jika menggunakan qalam, maka ketika objek lupa mereka bisa mengingat qalam kita melalui media yang kita gunakan. Hal ini yang paling penting, karena inti dari dakwah adalah materi yang disampaikan.

Ketiga, lebih mudah dilakukan. Lebih mudah di sini karena semua orang bisa melakukannya, mulai dari menulis status bermanfaat di Facebook, sampai menulis di blog atau media online lainnya. Sedangkan menggunakan kalam tidak semua orang bisa, karena membuat orang tertarik dengan omongan kita itu dibilang susah.

Di atas merupakan keutamaan dari dakwah bil Qalam, kedepan kita harus bisa menjadi ksatria qalam yang menjadi garda terdepan dalam penangkalan kontent-kontent radikal yang semakin tak terbendung di dunia maya ataupun nyata.

 

Alan Amani

Pengamat Dakwah dan pengurus DKN Laskar Santri Nusantara

Lainnya

Hari Perempuan Internasional

Telah Dibaca: 102 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perempuan memiliki arti orang yang dapat menstruasi, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *