Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara Napak Tilas dan Ziarah di Makam Maulana Syekh Djumadil Kubro

16426139_1304059109661634_4947760681380993967_n

Pengurus Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara DKN LSN melakukan ziarah di Makam Syekh Jumadil Kubro Trowulan Mojokerto, kegiatan ziarah ini merupakan rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Laskar Santri Nusantara DKW LSN Jawa Timur, Kegiatan Ziarah ini dimulai dari Trowulan, Mojokerto. Diawal kedatanagan Rombongan di Jawa Timur, Didik Setiawan sebagai Ketua Umum DKN LSN mengajak kepada rombongan untuk Ziarah dan Napak tilas Makam-makam Waliyullah salah satunya adalah Maulana Sayyid Djumadil Kubro. Didik Setiawan  mengatakan bahwa “Syekh Jumadil Kubro adalah penghulu para Walisongo dan Penghulu para Habaib di Nusantara serta sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di Indonesia”.Di Kabupatn Mojokerto tak hanya terkenal dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, sebelah Musium peninggalan Kerajaan Majapahit terdapat sebuah komplek Makam Islam kuno sejak abad ke 14 Masehi. Dimana disitu terdapat makam Maulana Sayyid  Jumadil Kubro alias Sayyid Husain Jumadil Kubro atau yang biasa disebut Jumadil Kubro.

Syeikh Jumadil Kubro bernama lengkap Syeikh Jamaluddin al-Husain al-Akbar. Ayahnya bernama Syeikh Jalal yang karena kemuliaan akhlaknya mampu meredam pertikaian Raja Campa dengan rakyatnya. Sehingga, Syeikh Jalal diangkat sebagai raja dan penguasa yang memimpin Negara Campa.Syeikh Jamaluddin tumbuh dan berkembang di bawah asuhan ayahnya sendiri. Setelah dewasa, beliau mengembara ke negeri neneknya di Hadramaut.. Selanjutnya beliau belajar ke Makkah dan Madinah untuk memperdalam ilu dengan beberapa Ulam di sana. Setelah di sana Syekh Jumadil Kubro pergi ke Gujarat untuk berdakwah dengan jalur perdagangan. Melalui jalur perdagangan itulah beliau bertemu dengan ulama lainnya di Jawa. Kemudian beliau dakwah bersama para ulama’ termasuk para putra-putri dan santrinya menuju tanah Jawa.

Perjalanan dakwah Syeikh Djumadil Kubro berakhir di Trowulan, Mojokerto. Beliau wafat tahun 1376 M, 15 Muharram 797 H. diperkirakan hidup di antara dua Raja Majapahit (awal Raja Tribhuwana Wijaya Tunggadewi dan pertengahan Prabu Hayam Wuruk). Bermula dari usul yang diajukan Syeikh Djumadil Kubro kepada penguasa Islam di Turki (Sultan Muhammad I) untuk menyebarkan Agama Islam si wilayah Kerajaan Majapahit. Pada saat itu wilayah Majapahit sangat kuat pengaruh Agama Hindu di samping keyakinan masyarakat pada arwah leluhur dan benda-benda suci. Keberadaannya di tanah Majapahit hingga ajal menjelang menunjukkan perjuangan Syeikh Djumadil Kubro untuk menegakkan Agama Islam melawan penguasa Majapahit sangatlah besar. Karena pengaruh beliau dalam memberikan pencerahan bekehidupan yang berperadaban, Syeikh Djumadil Kubro dikenal dekat dengan pejabat Kerajaan Majapahit. Cara dakwah yang pelan tapi pasti, menjadikan beliau amat disegani. Tak heran, bila pemakaman beliau berada di antara beberapa pejabat kerajaan di antaranya adalah makam Tumenggung Satim Singgo Moyo, Kenconowungu, Anjasmoro, Sunan Ngudung dan beberapa patih dan senopati yang dimakamkan bersamanya. Syeikh Djumadil Kubro merupakan tokoh kunci proses Islamisasi di tanah Jawa yang hidup sebelum walisongo. Seorang penyebar Islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran Kerajaan Majapahit.

Ketua Umum DKN LSN Didik Setiawan mengatakan bahwa “Ziarah merupakan proses membangkitkan spirit kita akan perjuangan tokoh pendahulu, sebuah proses menghargai perjuangan para leluhur, yang mati saja kita harus hargai apalagi yang masih hidup”. Selain itu, Didik Setiawan berharap bahwa “Bertawasul kepada para Waliyullah dengan harapan semoga pemimin negeri kita menghargai para Ulama, Kyai dan seluruh umat manusia.

 

 

Lainnya

Ketua Laskar Santri Nusantara menghimbau : Pemerintah harus antisipasi efek kebencian Kasus Rohingya meluas ke Indonesia.

Telah Dibaca: 219 Hampir 18.445 muslim Rohingya telah melarikan diri dari wilayah Rakhine yang dilanda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *