Kitab Tarikh al-Auliya’ Karya KH. Bisri Musthofa

tarikh-aulia-kutub-ga

Kitab ini adalah  Karangan KH. Bisyri Musthofa dari Rembang Jawa Tengah, dalam kitab ini KH. Bisyri Musthofa menjelaskan sejarah Walisongo secara ringkas. Dijelaskan asal usul dan keturunan Walisongo serta ditambah catatan-catatan ringkas tentang sejarah Indonesia. Dalam kitab  ini KH. Bisyri Musthofa menulis dengan aksara pegon berbahasa Jawa dari awal sampai ahir, karena penulisan kitab dengan menggunakan aksara pegon merupakan ciri-ciri kitab/buku Ulama zaman dulu. Kitab ini diterbitkan oleh Penerbit Menara Kudus pada tahun 1952 M.

Dalam kitab ini, dijelaskan beberapa tokoh juga diterangkang nasabnya. Dimulai dengan Ratu Campa dan kedatangan Sayyid Ibrahim Asmaraqondi ke Campa dalam rangka dakwah Islam, dalam kitab ini dijelaskan juga tentang proses dakwah Sayyid Ibrahim, tetapi lebih dijelaskan tentang keturunan Sayyid Ibrahim, begitu juga dihalaman-halaman berikutnya. Dalam kitab ini penulis menjelaskan masing-masing tokoh satu persatu.

Penjelasan tentang Walisongo dijelaskan secara jelas oleh penulis dalam hal keturunan atau nasabnya, tetapi dari semua tokoh Walisongo yang dijelaskan nasabnya penulis hanya sampai kepada anak-anaknya tetapi ada juga yang dijelasakan nasabnya secara panjang. Dalam kitab ini kita mampu mengetahui nasab Walisongo dan hubungan kekerabatan antara Walisongo dari jalur pernikahan. Disini penulis hanya menjelaskan tokoh dan Walisongo secara nasab secara tekstual, belum ada satu bagan atau diagram tentang nasab dan keturuanan para Walisongo tersebut. Hanya ada satu tabel yang berisi nama tokoh dan Walisongo serta daerahnya.

Ada juga beberapa keterangan tambahan penulis dalam buku ini, berkaitan dengan masuknya agama Islam di Indonesia, bagaiaman cara dakwah para Walisongo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara yang pada masanya adalah berupa kerajaan-kerajaan. Maka, Walisongo mempunyai cara-cara yang khusus yang dilakukan dalam berdakwah, tetapi ini hanya beberapa Walisongo saja yang dijelaskan penulis. Selain itu penulis juga mencoba menjelasakan para Walisongo menurut zamannya sampai kepada masa Raden Fatah dan masuknya Portugis ke Nusantara, dan  juga menjelaskan tentang proses kemerdekaan Indonesia.

Kitab ini sangat cocok sekali untuk dibaca, tetapi  penulisan kitab ini dengan aksara pegon dan berbahasa jawa sehingga tidak semua orang paham isi kitab tersebut. Tetapi penjelasan tarikh al-awliya’ atau sejarah walisongo sangat membantu dalam mengetahui silsilah Walisongo dan sejarah singkat kemerdekaan Indonesia, dan kitab ini tergolong tipis karena cuma 35 halaman dan dalam kata penutup pengarang menyebut bukunya dengan Risalah kecil atau ringkas.

 

Muhammad Irsyadi

Laskar Santri Nusantara Jawa Tengah

Lainnya

Pesan Habib Yahya Assegaf Kepada Laskar Santri Nusantara

Telah Dibaca: 612 Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara bershilaturrahim dan meminta nasehat kepada para Ulama ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *