Sumber foto : http://4.bp.blogspot.com/-Kg9yNJrSUd4/T8AxF017PdI/AAAAAAAABYI/dvn41zhEdeU/s1600/PinkSword6.jpg

Kholid, Santri Pejuang Desa

Ini merupakan kisah alumni pesantren yang inspiratif. Di mana kita bisa mnegambil nilai-nilai perjuangan keras untuk membangun desa tercinta. Sebuah kisah yang menggambarkan tentang perjalanan hidup santri ketika kembali ke desa. Karena membangun desa bukanlah kewajiban golongan atau elmen tertentu dalam masyarakat desa tersebut. Semua berhak dan wajib untuk mengembangkan desa tempat ia dibesarkan.

Namanya kholid. Dia merupakan alumni dari pondok pesantren “Darul ‘Ilmi” Sukosari. Sebuah pondok pesantren terletak di pinggiran sawah kota kecil Ponorogo. Pesantren yang tidak terlalu besar namun memiliki santri banyak. Tidak hanya belajar agama, pesantren tersebut juga memberikan ilmu umum untuk para santrinya.

Perjuangan Kholid berangkat dari pesan Kyai yang sering ditanamkan kepada santri-santri pondok pesantrennya. Pesan itu berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada sesamanya.” Tentu, ilmu itu akan bermanfaat bila diamalkan walaupun satu ayat. Hal itulah yang juga memompa semangat Kholid untuk menjadi insan mulia dan bermanfaat.

*****

Kiprah Kholid dimulai sejak dia lulus dari pondok pesantren pada tahun 2014. Ketika pulang dari pesantren, ia langsung dipercaya oleh pengurus masjid sekitar rumahnya untuk menjadi ketua remaja masjid. Selama kepengurusan Kholid suasana masjid diubahnya menjadi ramai dan makmur. Kegiatan-kegiatan tidak pernah mati setiap harinya seperti mengaji, latihan berpidato, dan latihan seni hadroh.

Kemajuan yang dipersembahkan oleh Kholid akhirnya mengantarkan dia menjadi ketua Karang Taruna Desa Sukosari. Hal ini dikarenakan kepiawaiannya dalam memimpin remaja masjid. Sehingga banyak sesepuh desa yang mengharapkan kepemimpinannya dicurahkan ke skala lebih luas yaitu memimpin seluruh pemuda di Desa Sukosari dalam wadah Karang Taruna.

Amanah yang diterima Kholid tidak disia-siakan begitu saja. Terbukti dia banyak membawa kemajuan di bidang kepemudaan. Antara lain; mengadakan peringatan HUT kemerdekaan RI, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), menghidupkan olahraga Sepak Bola dan Bola Volly, serta menghidupkan seni budaya lokal. Salah satu prestasi terbesarnya adalah dia merupakan inisiator dari “Sukosari Transparan”. Di mana organisasi kecil itu merupakan perwakilan dari Karang Taruna Sukosari dalam mengawal dana desa serta pengawasan dalam alokasinya.

Apa yang dilakukan oleh Kholid ini merupakan salah satu contoh bahwasannya santri juga harus ikut andil dalam memajukan desa yang telah membesarkan dia. Hal ini senada dengan statemen dari menteri Desa dan PDTT, Bapak Marwan Jafar, bahwasannya santri juga harus ikut andil dalam mengawal kegiatan desa.

Dari statement Bapak Menteri Desa dan PDTT, ada makna yang tersirat bahwasannya santri harus mulai memberikan semangat-semangat fresh dan membara demi kemajuan desa. Sama halnya dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Kholid. Karena sejauh apapun kita mondok ataupun merantau pada akhirnya desalah tempat kita untuk pulang.

 

Alan Amani. Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara. Alumnus Pon. Pes. “Al-Islam” Ponorogo. Sedang menyelesaikan studi S1 Manajemen Haji dan Umroh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lainnya

Pesan Habib Yahya Assegaf Kepada Laskar Santri Nusantara

Telah Dibaca: 606 Pengurus DKN Laskar Santri Nusantara bershilaturrahim dan meminta nasehat kepada para Ulama ...

1 komentar

  1. I just want to mention I’m all new to weblog and actually enjoyed you’re website. More than likely I’m planning to bookmark your site . You certainly have awesome stories. Bless you for sharing your blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *